Jumat, 08 Januari 2010

Mari Berkenalan Dengan Saya

Saya adalah anak dari bapak dan ibu saya. Saya adalah adik dari 2 kakak saya. Saya mempunyai dua jabatan sekarang, sebagai seorang anak dan seorang adik. Sebagai seorang anak, saya (masih berusaha) berbakti pada kedua orang tua saya. Sebagai seorang adik, saya (masih berusaha) mematuhi kedua kakak saya. Saya mencintai mereka (menurut saya) lebih dari mereka mencintai saya.
Sebagai diri saya sendiri, apa yang harus saya perbuat? Apa saya harus berbakti pada diri sendiri? Apa saya harus mematuhi otak saya ini? Saya ingin menjadi saya yang selama ini saya inginkan. Menjadi manusia yang bernaluri manusia, berhati malaikat, dan berjiwa ksatria.

# Buat Embun..aku lebih suka rintik hujan sore hari..
Maaf..bukan aku muak denganmu..kau cantik..bening..namun aku jenuh menunggumu.

Saya anak terakhir dari tiga bersaudara. Kakak pertama saya seorang pria gagah berprofesi sebagai pilot dan saya bangga akan dia. Kakak kedua saya seorang wanita cantik (saya benci kata perempuan) yang kini bekerja sebagai staff keuangan di sebuah rumah sakit swasta ternama dan saya bangga akan dia. Mereka masing-masing telah berkeluarga dan telah dianugerahi putra putri yang luar biasa lucunya.
Saya masih diberkati Tuhan (Puji Tuhan Yesus) dengan diberi orang tua yang selalu mencukupi dan menyayangi saya. Bapak, pria yang sering mendengarkan keluh kesah saya. Ibu, wanita yang selalu memarahi semua ketololan dan kecerobohan saya, jauh dari itu dia adalah orang yang sangat murah hati (bodohnya saya baru menyadari itu). Saya mencintai kedua orang tua saya, saya mencintai kedua kakak saya dan keluarga baru saya.
Bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya mencintai saya? Apa arti saya bagi saya? Apa saya sudah menghargai semua pencapaian diri saya sendiri selama ini? Sebenarnya apa yang sedang saya harapkan? Apakah saya benar-benar mengenal diri saya sendiri?

# Buat teh tubruk..aku cinta kamu..aku sayang kamu..jangan naikan hargamu!!

Setiap hari Rabu dan Minggu saya selalu pergi ke gereja (kalau tidak ada alasan untuk tidak pergi). Setiap Sabtu malam saya ke gereja untuk latihan paduan suara (kalau tidak malas dan main ke kost teman). Saya seorang kristiani (yang berusaha taat) sejak saya lahir. Saya bangga menjadi seorang kristiani walaupun saya tidak tahu apakah gereja saya bangga memiliki umat yang rajin absent seperti saya.
Saya selalu merindukan Tuhan dalam hidup saya ini. Doa adalah Hp saya untuk ber-smsan dengan Tuhan. Dasar manusia (maksudnya diri saya sendiri), otak saya terlalu kuat mempengaruhi saya untuk tidak berhubungan dengan Tuhan. Apa susahnya memejamkan mata sambil berlutut dan melipat tangan? Sering saya menyesal saat terbangun di pagi hari dan menyadari semalam saya tidak sms Tuhan kalau saya mau tidur. Rasanya ingin waktu kembali diulang dan berdoa sebelum saya terlelap dalam hibernasi singkat saya.
Doa yang paling saya senangi adalah doa malam. Suasana hening dan senyap sangat mendukung otak saya untuk fokus hanya pada satu kegiatan, yaitu berdoa. Saya senang doa malam karena senang saya telah berhasil melalui saat-saat sebelum malam. Saya ingin bersyukur atas semua pencapaian dan berkat (perlidungan, rejeki, dan cinta kasih) yang Tuhan berikan pada saya. Saya senang doa malam namun otak saya tidak sependapat dengan saya.

# Buat dompet kulit bututku..aku berterimakasih padamu atas pengertianmu selama ini. Kau yang tak pernah marah saat tak ada lembaran mengisi perutmu. Kau yang selalu sabar menunggu uang beku masuk di sakumu..terimakasih sayang..aku cinta kamu..

Nalar saya mulai muncul saat saya menginjak bangku sekolah menengah pertama (waktu masa pubertas tepatnya). Selama hampir empat tahun nalar saya berkembang, saya berusaha mengenali diri saya sendiri. Banyak sifat baru yang saya temukan sejak saat itu.
Menurut saya, saya orang yang tertutup, tabu bagi saya berbagi masalah yang bagi saya sangat sensitive. Saya tipe orang yang gampang tersentuh dan lemah. Bukan bermaksud sombong, tapi menurut saya sendiri saya adalah orang yang setia (monogami). Saya benci orang yang menghalalkan cinta 3 hati atau lebih. Saya lebih percaya intuisi daripada logika.
Saya adalah ulat yang akan bermetamorfosis, saya adalah lily putih yang berada pada vas berair ungu. Saya adalah adonan kue yang baru 30 detik dalam oven. Saya masih mempelajari diri saya sendiri, silahkan cari kekurangan saya namun jangan hina saya secara langsung. Silahkan cari kelebihan saya namun jangan cuma sanjung saya dalam hati (semua manusia normal suka disanjung kan?) .

# Buat kamarku..aku cinta kamu..semua sumber ketenangan dan inspirasiku..buat kasurku..maaf selalu membebanimu tiap malam..aku cinta kalian..

0 komentar: